Login Form

Lost Password Forgot Username Register
susu kedelai organik dari amanah
Selasa, 09 Maret 2010 08:29

Susu Kedelai Organik dari Amanah Ummah  

Bermula untuk membuktikan bahwa berkelompok itu mampu menghasilkan sesuatu, maka  Amanah Umah, kelompok yang tergabung dalam Jarpuk Ngudi Lestari membuat sebuah produk.” Semangat untuk membuat produk  kelompok itu berdasar keinginan anggota agar keberadaan kelompok  tetap  ada,” jelas Murniarti Dharsono, Ketua Kelompok Amanah Ummah. “ Disamping juga bisa menjadi pendapatan kelompok,” lanjutnya.

Bagi Amanah Ummah yang sudah berdiri sejak tahun 2007, membuat produk unggulan kelompok adalah kebanggaan tersendiri. Kelompok yang terdiri dari 27 anggota ini sudah memimpikannya sejak lama. Susu kedelai organik menjadi pilihan. Alasannya, cara membuatnya yang mudah, menjualnya juga  gampang dan diminati banyak orang. Yang paling penting adalah bahannya yang merupakan kedelai organik itu berasal dari anggota kelompok. Hasilnya peluncuran produk pertama, Senin 1 Februari 2010 ini, 57 bungkus susu kedelai organik habis terjual.

Susu kedelai organik buatan Amanah Ummah lain daripada yang lain. Karena merupakan produk unggulan, maka ada ciri tersendiri. Selain bahannya dari kedelai organik, semua bahan untuk membuatnya juga alami. Gulanya murni, tidak ada bahan pengawet dan pewarna, juga tidak ada perasa, kalau pun ada rasa memakai madu atau coklat. Kelompok Amanah Ummah menyadari bahwa  perlu membuat produk yang aman.  “Gula sendiri kan sebenarnya sudah ada pengawetnya kalau ditambah perasa yang ada pewarna dan pengawet, susu itu menjadi tidak sehat lagi,” beber Esti Kuswandari salah satu anggota Kelompok Amanah Ummah menjelaskan.

Amanah Ummah mewajibkan anggotanya untuk memasarkannya. Setiap anggota berkewajiban menjualkan 2 bungkus susu  kedelai, selain dititpkan ke toko dan warung.  Ke depan, diharapkan  setiap anggota kelompok menjual  5 bungkus. Sehingga dalam satu hari sekitar 150 bungkus mampu terjual.  Sementara untuk pembuatannya ditangani oleh bu Murni, bu Abibah dan bu Ning.

Penghasilan dari menjual produk ini untuk membiayai kegiatan kelompok, seperti ikut pameran dan diharapkan nanti keuntungannya bisa untuk membuat produk kelompok lainnya. Jarpuk Ngudi Lestari sendiri memberi kontribusi yang  cukup besar, selain memberi modal berupa uang yang sebenarnya untuk mendukung pertemuan kelompok, tapi uang itu dikumpulkan untuk membuat produk unggulan, juga subsidi peralatan berupa termos penghangat.  

Kelompok Amanah Ummah berharap produk ini menjadi salah satu kekayaan kuliner di Kota Solo ini. “ Bisa juga untuk menghadang produk minuman luar yang mulai membanjiri pasaran,” kata Esti. Ibarat  sekali dayung dua tiga pulau terlewati artinya produk unggulan ini selain untuk menunjukkan keberadaan kelompok  juga bisa mendatangkan penghasilan juga untuk melestarikan kuliner lokal. (ren)

 
Jarpuk Ngudi Lestari Ulang Tahun
Selasa, 09 Maret 2010 08:20

Jarpuk Ngudi Lestari Ulang Tahun

Musuh PUK sangat jelas yaitu Kapitalis. Lihat saja, semakin hari banyak produk massal dari pemodal besar yang  membanjiri tempat ini. Produk PUK menjadi terlibas. Tidak hanya itu saja, Kapitalis yang sangat serakah itu mulai mencoba menguasai pasar makanan, dengan banyaknya makanan dari negara lain yang mulai masuk di Pasar. Jelas ini akan membunuh makanan tradisional . Kutang Suroso aja udah mati karena membanjirnya pakaian dalam dari Korea dan Cina, nanti gethuk pun tidak akan dikenal anak cucu , karena sudah menjadi barang langka.

Ini secuil kegeraman yang muncul dari Nurul, salah satu Perempuan Usaha Kecil (PUK) , saat melakukan refleksi  dalam rangka ulang tahun  Jaringan Perempuan Usaha Kecil  ( Jarpuk) Ngudi Lestari di Taman Balekambang , Solo . Tepat tanggal 22 November, Jaringan Perempuan Usaha Kecil  Ngudi Lestari  Solo ulang tahun. Memasuki  tahun 2009 ini umur Jarpuk  genap  9 tahun. Bagi orang , usia itu adalah masa anak-anak. Tapi bagi sebuah organisasi , 9 tahun adalah masa menuju kedewasaan. Karena mampu melawati jalan panjang  berliku, dimana berbagai gerakan dan persoalan sudah mereka lalui.

Bermula dari  30 Perempuan Usaha Kecil (PUK) melakukan sebuah advokasi terhadap Pasar Gede yang waktu itu terbakar dan akan dibangun sebuah pusat perbelanjaan. Kemudian kader utama itu terus membangun jaringan  dalam sebuah wadah  yang bernama Jaringan Perempuan Usaha Kecil  ( Jarpuk). Selama 9 tahun jaringan itu terus tumbuh dan berkembang memupuk kebersamaan, membangun sebuah solidaritas, memperjuangkan kesetaraan.

Mereka terus bergerak, dari 30 orang, kemudian memecah dalam 5 kelompok hingga sekarang menjadi 316 orang yang tersebar di 18 kelompok. Tidak sekedar penguatan organisasi dengan menambah anggota, perjuangan untuk melawan ketidakadilan juga terus disuarakan. Seiiring berjalannya waktu, pengambil kebijakan di kota Solo mulai memperhitungkan gerakan mereka.

Pengambil kebijakan mulai melibatkan Jarpuk dalam  pengambilan keputusan. Suara mereka mulai membahana di Musrenbangkot. Keberadaan mereka semakin diakui. Akses semakin terbuka. Pemerintah sering mengajak pelatihan maupun pameran. Tidak cukup hanya itu, setiap ada kebijakan yang berkaitan dengan usaha kecil, selalu dimintai usulan. Bahkan belum lama ini, mereka memperoleh akses yang cukup besar yaitu tempat untuk memasarkan produk di pasar alternatif yang dibangun pemerintah kota Surakarta, Pasar Malam Ngarsopuro.  Tidak tanggung-tanggung, mereka mendapat 30 meja. Belum lagi pelatihan, Dinas di Pemkot Solo selalu melibat anggota Jarpuk dalam setiap pelatihan ketrampilan. Tidak hanya itu saja, juga mendapatkan peralatan usaha.   

Secara praktis kebutuhan mereka sudah mulai terakomodasi. Namun mereka tidak puas dengan itu, banyak hal yang masih harus diperjuangkan. Salah satunya,  seperti apa yang diteriakan Nurul, masih ada musuh besar yang bisa membunuh usaha  mereka sewaktu-waktu, yaitu para pemodal besar. Mereka harus tetap berjuang melawan sang kapitalis itu.

Caranya, meminta pengambil kebijakan untuk melindungi produk PUK.  Di satu sisi, mereka terus membangun dan mengkampanyekan cinta  produk lokal . Penguatan ekonomi juga menjadi bagian penting, agar ekonomi kerakyatan yang selama ini menjadi ciri khas gerakan Jarpuk terus  berkembang . Mereka terus membangun Lembaga Keuangan Perempuan ( LKP) sebagai bagian gerakan ekonomi rakyat.  

Pagi itu, Mereka mengelilingkan kue tart , memotong  nasi tumpeng dan mengumandangkan  lagu selamat ulang tahun.Namun itu tidak akan berhenti, karena masih banyak yang harus diperjuangkan. Selamat ulang tahun Jarpuk. Semoga panjang umur.  ( reni)

 

Produk Terbaru

Online

Terdapat 11 Tamu online

Agenda

Produk

Handcraft Batik Aneka Makanan daur ulang

List All Products


Advanced Search
Show Cart
Your Cart is currently empty.

Layanan

Program Pelatihan ASPPUK Jawa
27/04/2009 | asppuk
article thumbnail



PROGRAM PELATIHAN ASPPUK WILAYAH JAWA


ASPPUK wilayah Jawa telah menyelenggarakan pelatihan-pelatihan baik yang berkaitan dengan pengembangan usaha, gender maupun politik .

Keuntungan mengikuti pelatihan [ ... ]