Login Form

Lost Password Forgot Username Register
Pisang karamel yang 'Kriiiuuuk' PDF Cetak E-mail
Oleh rk   
Kamis, 07 Januari 2010 06:15

Pisang caramel itulah namanya. Biasa kita jumpai di kota Semarang. Makanan ini terbuat dari kulit lumpia yang didalamnya diisi dengan pisang raja, coklat dan gula dan kemudian digoreng. Khasnya makanan ini renyah, manis dan gurih. Makanan ini cocok untuk camilan dirumah, snack jamuan pertemuan ataupun untuk santai.

 Selain Semarang, makanan ini ternyata juga ada di Kudus. Pisang caramel buatan Bu Hartini, kriuknya tahan 3 hari. Ini yang membedakan pisang karamel Bu  Hartini dengan yang lain. Harga pisang karamelnya cukup murah Rp 1000 per buah dan bisa dipesan kalau ada jasa pengiriman yang cepat. Sekarang produksinya perhari baru 2500 buah yang rutin, sedangkan bila ada pesanan maka produksinya akan bertambah. Sekarang Bu Hartini telah memodifikasi produknya dengan nangka karamel, tape karamel dan nanas karamel. Untuk pemesaan diluar daerah, bila tersedia jasa pengiriman sehari sampai tujuan akan dilayaninya, kalau tidak ya... belum bisa. Ini karena produknya tahan hanya 3-4 hari saja.

 Belajar, tanpa sengaja. Sang guru dikirim oleh Tuhan, ungkap beliau ketika ditanya tentang asal mula muncul gagasan untuk mengembangkan usaha pisang karamel. Kebetulan beliau berasal dari kota Semarang, awal-awalnya karena belum bisa membuat kulit lumpia, beliau mendatangkan dari Semarang. Pernah suatu saat beliau menanyakan  ke pembuat kulit lumpia tentang resep dan proses pembuatannya, namun selalu dipatok harga yang cukup tinggi. Suatu saat ada kawannya yang ingin bertempat tinggal sementara ke tempat beliau, karena untuk menenangkan diri dari persoalan keluarga. Saat itu beliau bimbang, namun akhirnya diputuskan untuk menerima temannya tersebut. Ternyata temannya tersebut punya keahlian membuat kulit lumpia, dan mulai membuatnya untuk bertahan hidup. Nah... selama 2 bulan inilah temannya membuat kulit lumpia dan dibeli oleh bu Hartini. Setelah 2 bulan temannya harus pulang setelah tenang, nah.... mulai sejak itu belia membuat sendiri dengan berbekal belajar dari guru yang tanpa sengaja tersebut.

Bagi beliau ilmu tidak harus ditutupi, siapapun yang akan belajar dipersilakan datang kerumahnya. Beliau merasa tidak takut tersaingi, karena rejeki itu sudah ada baginya.  Keyakinan untuk tetap bisa hidup, merupakan pembelajaran yang beliau rasakan selama ini. Beliau juga mengaku bahwa untuk bisa menemukan resep yang tepat, dengan mencoba-coba sampai dengan menemukan ramuan yang pas. ”Selamat berkarya perempuan, kita sudah diberi kekuatan dari Tuhan, gunakan untuk kebaikan untuk umat,” ungkap beliau . Rk

Comments (3)Add Comment
0
hebat
written by arya, January 08, 2010
hebat betul simbah satu ini, saya terharu membaca perjuangan hidupnya
0
...
written by Herman, July 17, 2010
wah sangat menarik, keliatannya enak, simpel dan terjangkau jadi akan banyak yang suka. Tapi bagaimana cara membuat kulitan lumpianya? Mohon ada petunjuk pembuatannya, akan sangat berguna. Makasih banget..
0
...
written by kenny, September 06, 2010
boleh ikutan belajar kulit lumpianya ya. Saya tertarik krn selama ini belum pernah dapat resep yg oke.Tq

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy
LAST_UPDATED2
 

Agenda

Produk

Handcraft Batik Aneka Makanan daur ulang

List All Products


Advanced Search
Show Cart
Your Cart is currently empty.

Layanan

Program Pelatihan ASPPUK Jawa
27/04/2009 | asppuk
article thumbnail



PROGRAM PELATIHAN ASPPUK WILAYAH JAWA


ASPPUK wilayah Jawa telah menyelenggarakan pelatihan-pelatihan baik yang berkaitan dengan pengembangan usaha, gender maupun politik .

Keuntungan mengikuti pelatihan [ ... ]