|
Jarpuk Ngudi Lestari Ulang Tahun Musuh PUK sangat jelas yaitu Kapitalis. Lihat saja, semakin hari banyak produk massal dari pemodal besar yang membanjiri tempat ini. Produk PUK menjadi terlibas. Tidak hanya itu saja, Kapitalis yang sangat serakah itu mulai mencoba menguasai pasar makanan, dengan banyaknya makanan dari negara lain yang mulai masuk di Pasar. Jelas ini akan membunuh makanan tradisional . Kutang Suroso aja udah mati karena membanjirnya pakaian dalam dari Korea dan Cina, nanti gethuk pun tidak akan dikenal anak cucu , karena sudah menjadi barang langka. Ini secuil kegeraman yang muncul dari Nurul, salah satu Perempuan Usaha Kecil (PUK) , saat melakukan refleksi dalam rangka ulang tahun Jaringan Perempuan Usaha Kecil ( Jarpuk) Ngudi Lestari di Taman Balekambang , Solo . Tepat tanggal 22 November, Jaringan Perempuan Usaha Kecil Ngudi Lestari Solo ulang tahun. Memasuki tahun 2009 ini umur Jarpuk genap 9 tahun. Bagi orang , usia itu adalah masa anak-anak. Tapi bagi sebuah organisasi , 9 tahun adalah masa menuju kedewasaan. Karena mampu melawati jalan panjang berliku, dimana berbagai gerakan dan persoalan sudah mereka lalui.
Bermula dari 30 Perempuan Usaha Kecil (PUK) melakukan sebuah advokasi terhadap Pasar Gede yang waktu itu terbakar dan akan dibangun sebuah pusat perbelanjaan. Kemudian kader utama itu terus membangun jaringan dalam sebuah wadah yang bernama Jaringan Perempuan Usaha Kecil ( Jarpuk). Selama 9 tahun jaringan itu terus tumbuh dan berkembang memupuk kebersamaan, membangun sebuah solidaritas, memperjuangkan kesetaraan. Mereka terus bergerak, dari 30 orang, kemudian memecah dalam 5 kelompok hingga sekarang menjadi 316 orang yang tersebar di 18 kelompok. Tidak sekedar penguatan organisasi dengan menambah anggota, perjuangan untuk melawan ketidakadilan juga terus disuarakan. Seiiring berjalannya waktu, pengambil kebijakan di kota Solo mulai memperhitungkan gerakan mereka. Pengambil kebijakan mulai melibatkan Jarpuk dalam pengambilan keputusan. Suara mereka mulai membahana di Musrenbangkot. Keberadaan mereka semakin diakui. Akses semakin terbuka. Pemerintah sering mengajak pelatihan maupun pameran. Tidak cukup hanya itu, setiap ada kebijakan yang berkaitan dengan usaha kecil, selalu dimintai usulan. Bahkan belum lama ini, mereka memperoleh akses yang cukup besar yaitu tempat untuk memasarkan produk di pasar alternatif yang dibangun pemerintah kota Surakarta, Pasar Malam Ngarsopuro. Tidak tanggung-tanggung, mereka mendapat 30 meja. Belum lagi pelatihan, Dinas di Pemkot Solo selalu melibat anggota Jarpuk dalam setiap pelatihan ketrampilan. Tidak hanya itu saja, juga mendapatkan peralatan usaha. Secara praktis kebutuhan mereka sudah mulai terakomodasi. Namun mereka tidak puas dengan itu, banyak hal yang masih harus diperjuangkan. Salah satunya, seperti apa yang diteriakan Nurul, masih ada musuh besar yang bisa membunuh usaha mereka sewaktu-waktu, yaitu para pemodal besar. Mereka harus tetap berjuang melawan sang kapitalis itu. Caranya, meminta pengambil kebijakan untuk melindungi produk PUK. Di satu sisi, mereka terus membangun dan mengkampanyekan cinta produk lokal . Penguatan ekonomi juga menjadi bagian penting, agar ekonomi kerakyatan yang selama ini menjadi ciri khas gerakan Jarpuk terus berkembang . Mereka terus membangun Lembaga Keuangan Perempuan ( LKP) sebagai bagian gerakan ekonomi rakyat. Pagi itu, Mereka mengelilingkan kue tart , memotong nasi tumpeng dan mengumandangkan lagu selamat ulang tahun.Namun itu tidak akan berhenti, karena masih banyak yang harus diperjuangkan. Selamat ulang tahun Jarpuk. Semoga panjang umur. ( reni)
 |